
Malam itu aku bermimpi tentang seorang lelaki
putra bumi kesayangan negeri
dia datang disaat fajar
berjalan didalam badai meniti gelombang
“Aku telah datang dengan membawa bara di dada
dan seperti yang kuinginkan api itu telah membesar dan terus menjalar”
bangkit berdiri anak-anak negeri
menghimpitku di tengah-tengah mereka
berseru gegap gempita
canangkan tekad bajakan semangat
tiba-tiba dari seluruh penjuru datanglah
laskar petaka mengumbar murka
tercerai berai.. terserak kami semua
berdirilah dia dihadapan para dursila
setegar karang setenang samudra
menantang maut serahkan hidupnya